Tiga Ciri Teman yang Iri Denganmu, Jangan Lengah Biar Gak Nyesal Nanti!

Tiga Ciri Teman yang Iri Denganmu, Jangan Lengah Biar Gak Nyesal Nanti!

Tiga Ciri Teman yang Iri Denganmu, Jangan Lengah Biar Gak Nyesal Nanti!

Di lansir dari midi-property.info, seorang teman sejati, harusnya ketika melihatmu bisa sukses, akan sangat bahagia. Tapi tak begitu ketika timbul rasa iri dalam hati temanmu sendiri. Alih-alih bahagia, teman yang iri justru akan sengsara ketika melihatmu lebih sukses, lebih pintar, dan lebih-lebih lainnya.

Yang bahaya, iri pada teman sendiri ini sering kali tersembunyi. Sehingga kamu tak bisa jelas melihatnya. Tahu-tahu, kamu bakal merugi akibat sikapnya yang menusuk dari belakang.

Supaya kamu nggak menyesal di kemudian hari, berikut ini ciri-ciri teman yang menyimpan rasa iri padamu, yang mesti kamu kenali. Apa saja? Di kutip dari Agen Club38, berikut ini ciri-cirinya.

1. Sering meremehkan kemampuanmu

Kamu perlu waspada jika mendapati teman yang sering meremehkanmu. Hal itu bisa dalam bentuk ‘nasihat yang membangun’, atau dalam bentuk candaan yang sebenarnya mengecilkan nilai dirimu.

Teman yang baik, ia gak akan membuat lelucon yang bisa menjatuhkan kepercayaan dirimu. Justru tugas seorang temanlah untuk membuatmu mampu meyakini kemampuan yang kamu miliki, sehingga tak takut meraih impian yang kamu inginkan.

2. Sering mengikuti tindak-tandukmu

Risi gak, sih kalau segala aktivitas yang kamu lakukan, hingga cara berpakaianmu selalu di tiru. Hal tersebut bisa jadi pertanda bahwa temanmu memiliki obsesi untuk mengalahkanmu.

Karena itu, ia berusaha meniru, berharap sama bagusnya denganmu, bahkan melebihi. Ini terjadi karena ia merasa insecure dengan dirinya sendiri. Tak cukup percaya diri terhadap skill atau nilai diri yang di milikinya, sehingga ikut-ikutan kamu.

3. Tak mau kalah denganmu

Cara simpel untuk tahu teman menyimpan rasa iri, lihat deh respons dia saat kamu menyampaikan tentang prestasi kamu, atau tentang hal baik dalam hidupmu. Biasanya, teman yang iri gak akan mau kalah.

Sebagai contoh, kamu memberitahunya baru saja di ajak bibi jalan-jalan ke luar negeri. Ia pun akan mencerocos tentang pengalamannya ke luar negeri yang telah lebih dahulu dia lakukan.

Bahkan, hal simpel seperti kamu mendapatkan harga murah, dia pun gak mau kalah. Akan memberitahumu kalau kemarin dulu, dia juga mendapatkan harga yang jauh lebih murah dari itu. Ugh!

Comments are closed.